Makassar, Newstabir.com – Dalam upaya mendukung pengurangan volume sampah dari sumbernya serta menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, Lurah Sudiang Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Ario Ahmad Fauzi, S.STP. turun langsung memimpin pembuatan sarana pengelolaan sampah metode Open Windrow yang memanfaatkan palet bekas sebagai media penyusunannya, Selasa (30/06/2026).
Kegiatan ini didampingi oleh Kasi Kebersihan Kelurahan, Pengawas Kebersihan Kelurahan, Satgas Kebersihan Kelurahan, Ketua RW 11 Haerlan, serta pendamping dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ancha.
Metode Open Windrow merupakan teknik pengolahan sampah organik dengan cara menyusun sampah dalam bentuk guludan atau tumpukan memanjang di ruang terbuka. Di Kelurahan Sudiang, tumpukan tersebut dibuat menggunakan palet bekas sehingga lebih rapi, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta memudahkan proses pembalikan sampah selama masa pengomposan.
Konsep yang diterapkan dikenal sebagai “burger sampah”, yaitu penyusunan bahan organik secara berlapis, mulai dari daun kering, rumput, sisa sayuran, hingga bahan organik lainnya yang dipadukan dengan aktivator atau kompos matang.
Susunan berlapis ini membantu menjaga kelembapan, mempercepat proses penguraian oleh mikroorganisme, dan menghasilkan kompos yang berkualitas.
Melalui inovasi ini, sampah organik yang sebelumnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk penghijauan, pertanian, dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di lingkungan masyarakat.
Lurah Sudiang, Ario Ahmad Fauzi, S.STP., berharap program ini menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta mendorong partisipasi warga dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya. Kolaborasi antara pemerintah kelurahan, unsur kewilayahan, petugas kebersihan, dan pemerhati lingkungan diharapkan mampu mewujudkan Kelurahan Sudiang yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.(rls)


