Makassar, Newstabur com – Komisi B DPRD Makassar bersama Perumda Air Minum Kota Makassar meninjau langsung Intake Manggala guna memastikan ketersediaan air baku dan peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat, Senin (06/07/2026).
Kunjungan ini menjadi bentuk pengawasan DPRD agar kebutuhan air bersih warga, termasuk di Kecamatan Manggala dan wilayah lain di Kota Makassar, dapat terpenuhi secara optimal.
Anggota Komisi B, H.Ismail menegaskan bahwa pengoperasian Intake (menyadap air baku dari sumbernya) harus berdampak nyata terhadap peningkatan distribusi air kepada pelanggan.
Ismail meminta Perumda Air Minum terus memaksimalkan kapasitas produksi dan mempercepat pemerataan layanan sehingga keluhan masyarakat terkait pasokan air dapat diminimalkan.
Dengan tambahan sumber air baku dari Intake Manggala, diharapkan layanan air bersih di Makassar semakin andal, terutama di kawasan yang selama ini kerap mengalami gangguan distribusi.
DPRD memastikan akan terus mengawal peningkatan pelayanan agar seluruh warga memperoleh akses air bersih yang layak.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Dr. Andi Syahrum Makkuradde menjelaskan perusahaan telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk memperkuat pelayanan air bersih di wilayah utara kota.
Langkah pertama adalah mengoptimalkan pengoperasian pompa Intake Manggala agar mampu meningkatkan pasokan air baku.
“Kami memiliki tiga solusi untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih di wilayah utara. Pertama, pompa Intake Manggala harus dioptimalkan agar berjalan dengan baik,” ujarnya.
Langkah kedua adalah melakukan pengerukan saluran air baku sepanjang sekitar tujuh kilometer dari kawasan Intake Manggala menuju IPA Panaikang. Pengerukan dilakukan karena sedimentasi yang menumpuk selama puluhan tahun menyebabkan kapasitas saluran terus menurun.
“Alhamdulillah kami melakukan pengerukan sepanjang tujuh kilometer dengan kedalaman sedimentasi lebih dari dua meter. Sejak 1979 saluran ini belum pernah dikeruk sehingga kondisinya sudah sangat memerlukan normalisasi,” jelasnya.
Adapun solusi ketiga ialah membangun koneksi jaringan perpipaan dari Macini Sombala menuju Gatot Subroto yang selanjutnya akan disalurkan ke wilayah utara Kota Makassar.
“Nanti akan kami atur distribusinya dari Gatot Subroto sehingga suplai ke wilayah utara bisa lebih maksimal. Setelah itu kami bersama Komisi B akan kembali turun melihat wilayah mana saja yang masih belum terjangkau,” katanya.
Andi Syahrum eks Canat Biringkanaya menjelaskan pengoperasian Intake Manggala telah memberikan tambahan pasokan air baku yang cukup besar. Sebelum intake dioperasikan, debit air dari Bendung Leko Pancing terus mengalami penurunan akibat musim kemarau.
“Sebelumnya pasokan dari Leko Pancing tinggal sekitar 500 liter per detik dari kondisi normal sekitar 700 liter per detik. Alhamdulillah setelah pompa ini berjalan, pasokan air baku sudah mencapai lebih dari 1.300 liter per detik, bahkan mendekati 1.500 liter per detik,” ujarnya.
Ia berharap kondisi tersebut semakin membaik apabila curah hujan kembali meningkat sehingga ketersediaan air baku dapat terus terjaga.
Andi Syahrum juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi B DPRD Kota Makassar yang selama ini aktif mengawal dan mengawasi peningkatan pelayanan air bersih.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi B beserta seluruh anggota yang terus memantau, mengawasi, sekaligus memberikan masukan kepada kami agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.Hari ini Komisi B menyaksikan langsung hasil kerja yang telah kami lakukan. Insyaallah kami akan terus bekerja meningkatkan pelayanan air bersih bagi seluruh masyarakat Kota Makassar,” pungkas Andi Syahrum. (*)


