Makassar, Newstabir.com – Anggota DPRD Sulsel, Salman Alfariz Karsa Sukardi menggelar pengawasan pelaksanaan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sabtu (22/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Salman untuk menyerap langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur, pengelolaan sampah, fasilitas umum, Posyandu, drainase, hingga kehidupan sosial dan kerukunan antarumat beragama.
Dalam kesempatan tersebut, Salman menyampaikan kabar baik kepada warga terkait perjuangannya mendorong perbaikan jalan di kawasan BTP dan sekitarnya.
Ia mengatakan, sejak mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dua tahun lalu, dirinya telah berkomitmen memperjuangkan perbaikan jalan di BTP sebagai warga asli wilayah tersebut.
“Dua tahun lalu ketika saya berkeliling berkampanye sebagai calon anggota legislatif DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai warga asli BTP saya berjanji kepada kita semua, ketika saya terpilih, insyaallah jalanan BTP akan segera diperbaiki,” ujar Salman.
Menurutnya, anggaran untuk perbaikan jalan tersebut telah tersedia dan pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari arah Moncongloe, kemudian masuk ke poros BTP hingga pintu gerbang BTP.
Ia menegaskan, perjuangan tersebut dilakukan setelah banyak laporan masyarakat mengenai kondisi jalan yang rusak, bahkan menyebabkan sejumlah pengendara terjatuh.
“Banyak sekali laporan yang masuk kepada kami. Banyak sekali korban yang jatuh dari motor akibat kondisi jalan tersebut. Karena itu kami memperjuangkan bagaimana supaya ada anggaran yang masuk untuk pengerjaan Jalan Poros Tamalanrea Raya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Salman juga memberikan bantuan secara pribadi kepada Majelis Taklim untuk mendukung pembangunan masjid di wilayah tersebut.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan serta pembangunan sarana ibadah yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Salman menyampaikan, meskipun bantuan tersebut diberikan secara pribadi dan jumlahnya terbatas, diharapkan dapat membantu proses pembangunan masjid.
Ia juga mendorong masyarakat untuk tetap mengajukan proposal bantuan melalui mekanisme Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk melalui Biro Kesejahteraan Rakyat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Walaupun bantuan pribadi saya tidak besar, insyaallah mudah-mudahan bisa membantu. Untuk pengajuan melalui Biro Kesra, nanti kita komunikasikan dengan tim dan kita lihat alurnya sesuai aturan,” katanya.
Terkait aspirasi Posyandu, Salman menyatakan siap membantu memfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui berbagai sumber dukungan, termasuk program CSR.(*)


