Ada 7.836 Keluarga Miskin Ekstrim di Makassar
Makassar, Newstabir.com – Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) menyatakan program retribusi sampah gratis akan diprioritaskan bagi warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah kota dalam meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.
Munafri menjelaskan, penerapan retribusi sampah gratis akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
Masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem menjadi target utama pada tahap awal pelaksanaan program ini.
“Pertama, kita sudah hitung-hitung berapa persen yang kita akan jalankan dulu, yaitu di dalam wilayah miskin ekstrem itu,” kata Munafri, yang ditemui usai memimpin rapat koordinasi Pemerintah Kota Makassar, di Balai Kota Makassar, Selasa (4/03/2025). Seperti dilansir makassarkota.go.id
Selain memberikan keringanan bagi masyarakat miskin, Pemkot Makassar juga akan menyesuaikan tarif retribusi sampah bagi bangunan komersil.
Penyesuaian harga ini, kata Munafri, diharapkan mampu menyeimbangkan potensi penerimaan daerah tanpa membebani masyarakat kecil.
“Yang kedua, di wilayah-wilayah bangunan komersil ini kita akan ada penyesuaian harga, dan inilah akan menyubsidi ke bawah sehingga nilai penerimaannya tidak akan berubah,” jelasnya.
Munafri menegaskan, kebijakan ini akan diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) agar tepat sasaran. Dia memastikan hanya masyarakat yang berhak yang akan menerima manfaat dari program retribusi gratis ini.
“Perwali ini yang kita akan jalankan kepada orang-orang yang berhak,” tegasnya.
Dengan kebijakan ini, Munafri berharap pelayanan kebersihan tetap optimal tanpa mengurangi potensi penerimaan daerah.

Dia juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan keberlangsungan layanan publik di Makassar.
Ada 7.836 Keluarga Miskin Ekstrim di Makassar
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) Kota Makassar Tahun 2023, tercatat saat ini masih ada 7.836 keluarga di Makassar yang berstatus miskin ekstrem.
Angkanya berhasil turun dibandingkan pada awal tahun ini yang mencapai sekitar 14.000 keluarga. Jumlah tertinggi berada di Kecamatan Makassar sebanyak 1.391 kepala keluarga (KK), menyusul Tallo sebanyak 1.245 KK, Tamalate sebanyak 1.204 KK dan terendah Kecamatan Wajo sebanyak 22 KK.
Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi, Rabu (13/09/2023). seperti dilansir Sulawesi Bisnis.com.
Kalau kita menyimak pernyataan Walikota Makassar, Munafri Arifuddin terkait Program Retribusi Sampah gratis secara bertahap dengan memprioritaskan bagi warga miskin ekstrem.
Dengan demikian program retribusi sampah gratis akan menyasar warga miskin ekstrem di Kota Makassar yang jumlahnya sekitar 7.836 Kepala Keluaraga di tahun 2023.
Sekadar diketahui bahwa Kemiskinan Ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, yaitu makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan dan layanan sosial.
Seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika biaya kebutuhan hidup sehari-harinya berada di bawah garis kemiskinan esktrem; setara dengan USD 1.9 PPP (Purchasing Power Parity). PPP ditentukan menggunakan “absolute poverty measure” yang konsisten antar negara dan antar waktu. Dengan kata lain, seseorang dikategorikan miskin ekstrem jika pengeluarannya di bawah Rp. 10.739/orang/hari atau Rp. 322.170/orang/bulan (BPS,2021).
Sehingga misalnya dalam 1 keluarga terdiri dari 4 orang (ayah, ibu, dan 2 anak), memiliki kemampuan untuk memenuhi pengeluarannya setara atau di bawah Rp. 1.288.680 per keluarga per bulan (BPS, 2021). (*)


