Makassar, Newstabir.com – Kota Makassar dikepung banjir mengakibat separuh Kecamatan terendam banjir terutama di empat Kecamatan yaitu Kecamatan Biringkanaya, Tamalate, Tamalanrea dan Kecamatan Manggala.sejak Selasa (10/02/2025) malam.
Warga pun mulai mengungsi ke tempat-tempat ibadah maupun sekolah, hanya membawa barang-barang yang bisa diselamatkan.
Selain itu, sejumlah ruas jalan protokol diantaranya Jl.Perintis Kenerdekaan juga terendam air, yang berdampak pada penumpukan kendaraan.
Banjir juga merendam batas Kota Makassar dan Kabupaten Maros, menambah kesulitan bagi warga yang terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, mengatakan ketinggian air di Manggala, kata Achmad Hendra, mencapai atap rumah warga. Lokasi tersebut memang kerap menjadi langganan banjir setiap tahunnya karena berada di dataran rendah.

Selain itu, beberapa kelurahan di Kecamatan Biringkanaya yaitu Kelurahan Katimbang Kodam 3, Kelurahan Paccerakkang, di Kecamatan Tamalanrea Kelurahan Buntudu dan Kelurahan Tamalanrea Jaya juga terdampak banjir.
Personel BPBD akan terus memantau perkembangan di lapangan untuk melakukan penanganan.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.
Masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi banjir pesisir (ROB).
Sesuai informasi BMKG, kata Achmad Hendra, terjadi pasang maksimum yang disebabkan oleh fase bulan purnama pada Rabu, 12 Februari 2025, pukul 18.00 – 21.00 WITA.
“Potensi banjir pesisir didukung dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di sepanjang pesisir barat Sulsel,” tutupnya. (*)


