Makassar, Newstabur.com – Ratusan warga Kecamatan Tamalanrea yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi (GERAM PLTSa) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Makassar, Kamis (06/08/2026).
Massa mendesak Pemerintah Kota Makassar memindahkan lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), karena dinilai tidak layak dibangun di kawasan permukiman.
Aksi berlangsung bertepatan dengan Forum Diskusi Evaluasi Progres PSEL Makassar yang digelar Pemerintah Kota Makassar dan dihadiri perwakilan sejumlah kementerian serta instansi terkait. Selain berunjuk rasa di luar Balai Kota, sejumlah perwakilan warga juga mengikuti forum tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dalam forum, warga menyatakan keberatan terhadap rencana pembangunan PSEL di Tamalanrea. Mereka menilai ruang dialog yang disediakan belum memberikan kesempatan yang memadai bagi masyarakat terdampak untuk menyampaikan pandangan, karena pembahasan dinilai lebih berfokus pada kelanjutan proyek.
Perwakilan GERAM PLTSa, Ali Akbar, mengatakan warga sejak awal mempertanyakan proses perencanaan proyek yang dinilai belum melibatkan masyarakat secara bermakna.
“Keberadaan Proyek Strategis Nasional PSEL tepat di tengah-tengah permukiman kami adalah ancaman yang sangat nyata dan serius bagi keselamatan jiwa serta masa depan anak-cucu kami. Sejak awal perencanaan, tidak ada keterbukaan informasi publik yang jelas mengenai analisis dampak lingkungan maupun aspek teknis proyek kepada masyarakat terdampak. Partisipasi warga sama sekali dinihilkan,” ujarnya.
Menurutnya, warga tidak menolak pembangunan fasilitas pengolahan sampah, tetapi meminta pemerintah memindahkan lokasi proyek ke kawasan yang tidak berdekatan dengan permukiman penduduk.(*)


