Makassar, Newstabir.com – DPRD Sulawesi Selatan melalui Komisi B menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan membahas kelangkaan ayam broiler, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Kantor sementara DPRD Sulsel di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel di Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (13/01/2026).
Pada kesempatan tersebut Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Marjono, mengingatkan potensi terulangnya kelangkaan ayam broiler seiring beroperasinya penuh program Makan Bergizi Gratis atau MBG. “Untuk hari-hari ke depan, ini bisa saja terulang ketika MBG sudah beroperasi penuh. Satu dapur MBG bisa membutuhkan kurang lebih 200 ekor ayam per hari,” ujar Marjono.
Marjono menilai, jika tingkat operasional MBG mencapai 70 hingga 100 persen, maka kebutuhan ayam broiler akan meningkat signifikan dan berpotensi memicu lonjakan permintaan di pasar.
“Tentu akan terjadi ledakan kebutuhan. Pertanyaannya, bagaimana kesiapan para mitra dan siapa yang menyiapkan ayam potongnya?” tegasnya.
Menurut Marjono, penyediaan ayam potong di lapangan saat ini masih bergantung pada pola kemitraan tertentu sehingga diperlukan perencanaan yang lebih matang dan berkelanjutan. Selain itu, Komisi B meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil peran strategis dalam menjamin ketersediaan ayam broiler ke depan.
“Kami juga sampaikan ke perwakilan Pak Gubernur, Pemprov harus punya program untuk membackup ketersediaan ayam. Di APBD 2026 belum terlihat anggaran khusus untuk pengadaan ayam,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, bantuan kandang yang ada saat ini jumlahnya masih terbatas dan belum sebanding dengan kebutuhan di 24 kabupaten/kota serta dapur MBG. Melalui RDP lanjutan ini, Komisi B DPRD Sulsel berharap lahir kebijakan konkret dan kolaboratif agar kelangkaan ayam broiler tidak kembali terjadi dan program MBG dapat berjalan optimal di seluruh Sulawesi Selatan.(int)


