Close Menu
NEWS TABIRNEWS TABIR
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
    • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
    • Opini
    • Olahraga
    • Religi
  • Advertorial

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wali Kota Makassar Munafri Akan Soft Launching Pete-pete Laut 12 Juni 2026

Juni 11, 2026

Tinjau TPS3R Karunrung, Munafri Siapkan Anggaran Perbaikan Fasilitas Pengolahan Sampah

Juni 11, 2026

Bupati Bantaeng Apresiasi Penamatan Siswa SMP Negeri 1 Bantaeng

Juni 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
    • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
    • Opini
    • Olahraga
    • Religi
  • Advertorial
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
NEWS TABIRNEWS TABIR
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
    • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
    • Opini
    • Olahraga
    • Religi
  • Advertorial
Subscribe
NEWS TABIRNEWS TABIR
  • HOME
  • Pemerintahan
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Politik
  • Daerah
  • Kriminal
  • Ragam
Beranda ยป Pemkot Makassar Gandeng Bosowa Peduli Gelar Coaching Clinic Imam Rawatib
Religi Maret 18, 2026

Pemkot Makassar Gandeng Bosowa Peduli Gelar Coaching Clinic Imam Rawatib

Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Twitter Telegram

Makassar, Newstabir.com — Komitmen Pemerintah Kota Makassar, dalam memperkuat kualitas ibadah dan peran masjid sebagai pusat pelatihan umat terus ditunjukkan secara konkret.

Salah satunya melalui upaya peningkatan kapasitas para imam masjid, yang dinilai memegang peran strategis dalam membimbing umat, tidak hanya dalam pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat bekerja sama dengan Bosowa Peduli menggelar kegiatan Coaching Clinic Imam Rawatib di Masjid Agung 45, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (17/3/2026).

Baca:Perampungan Masjid 99 Kubah Kembali Dikerjakan pada 2022

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, Founder Bosowa Corporindo (Bosowa Group) Aksa Mahmud, Kepala Bagian Kesra Kota Makassar Muhammad Syarif, serta para imam masjid dari berbagai wilayah di Kota Makassar yang antusias mengikuti pembekalan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seorang imam tidak hanya dituntut memiliki suara yang baik, tetapi juga harus kompeten dalam pemahaman fiqih, membaca dengan baik, serta mampu menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan dalam ibadah.

Menurutnya, imam yang berkualitas akan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas jamaah serta menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat.

Baca:Jelang Bulan Puasa, Polsek Bunta Pantau Stabilitas Harga Sembako di Pasar

“Imam adalah teladan, karena itu kapasitasnya harus terus ditingkatkan, baik dari sisi ilmu, praktik, maupun kesiapan dalam melaksanakan shalat berjamaah,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para imam mendapatkan pembekalan secara komprehensif, mulai dari pemahaman mendalam mengenai fiqih imamah, tata cara pelaksanaan shalat sesuai sunnah, hingga penanganan berbagai persoalan teknis yang sering terjadi saat shalat berjamaah.

Selain teknis dalam sholat keseharian, para imam juga dibekali peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an, khususnya dalam aspek tajwid dan makhraj, guna memastikan setiap imam mampu memimpin ibadah dengan baik dan benar.

Baca:Wakil Bupati Tutup MTQ III Tingkat Kabupaten Sippeng

Coaching Clinic ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi individu imam, tetapi juga mendorong adanya standarisasi bacaan dan praktik shalat di seluruh masjid di Kota Makassar.

Dengan demikian, pelayanan ibadah kepada masyarakat dapat berlangsung lebih berkualitas, seragam, dan menenangkan bagi jamaah.

Oleh karena itu, Munafri menekankan pentingnya keseragaman dan peningkatan kapasitas imam rawatib dalam memimpin salat berjamaah di seluruh masjid di Kota Makassar.

Ia menyampaikan, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan kesamaan pemahaman serta standar dalam praktik imamah di tengah masyarakat.

Pasalnya, berdasarkan pengalamannya berkeliling masjid di berbagai wilayah, ia masih menemukan perbedaan cara imam dalam memimpin shalat.

“Selama ini saya berkeliling masjid di Kota Makassar, dan memang masih berbeda-beda cara imamnya.Sehingga dibutuhkan satu kesepahaman dan keseragaman agar imam bisa memberikan pencerahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perlu adanya pembekalan dan adanya standar yang jelas, sehingga dalam pelaksanaan salat berjamaah berjalan lancar. Apalagi, imam rawatib memiliki peran yang sangat kuat dalam kehidupan beribadah di sebuah masjid.

Oleh karena itu, melalui kegiatan coaching Clinic ini, Pemerintah Kota Makassar mendorong adanya proses introspeksi sekaligus penyusunan pedoman atau pedoman yang dapat diikuti bersama oleh para imam.

Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan, tetapi juga memperkuat kapasitas imam secara menyeluruh.

Munafri menegaskan, peran imam tidak sebatas memimpin shalat. Lebih dari itu, imam diharapkan mampu menghidupkan fungsi masjid sebagai interaksi pusat sosial dan penyelesaian berbagai persoalan umat.

“Masjid bukan lagi sekedar tempat ibadah salat lima waktu, tetapi harus menjadi ruang interaksi masyarakat, termasuk dalam menyelesaikan permasalahan sosial,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan ini melibatkan sekitar 500 imam rawatib, dari total sekitar 1.300 imam yang tersebar di seluruh wilayah Kota Makassar.

Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi, sekaligus menjadi catatan untuk merindukan program serupa di masa mendatang.

Pria yang akrab disapa Appi itu menekankan, bahwa kualitas bacaan tetap menjadi syarat utama seorang imam. Namun, ia mengingatkan bahwa penunjukan imam tidak boleh hanya didasarkan pada faktor usia atau latar belakang tertentu, melainkan harus mengedepankan kompetensi.

“Imam itu bukan karena siapa yang paling tua atau karena faktor lain, tetapi karena kemampuan bacaannya yang baik dan benar,” saran Appi.

Kegiatan ini juga menghadirkan sumber daya yang kompeten di bidangnya. Kehadiran para pemateri ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta, baik dari sisi teori maupun praktik imamah.

Melalui coaching Clinic ini, para imam tidak hanya mendapatkan penguatan dalam hal tata cara ibadah, tetapi juga wawasan yang lebih luas dalam menjalankan fungsi sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Munafri juga meturkan pentingnya menjadikan masjid sebagai ruang ramah bagi anak-anak. Menurutnya, generasi muda harus dibiasakan sejak dini untuk dekat dengan masjid sebagai bagian dari pembentukan generasi Qur’ani menuju visi Indonesia Emas 2045.

Ia pun mendorong agar para imam rawatib ikut menyiapkan regenerasi dengan mencetak calon-calon imam baru yang kompeten, sehingga keberlangsungan kualitas imamah tetap terjaga di masa mendatang.

Di akhir perayaannya, Munafri berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai momentum pembelajaran.

Appi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan masjid sebagai bagian dari kenyamanan beribadah.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua, sehingga ada perubahan dan perbaikan di masa depan,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, Pendiri Bosowa Corporindo (Bosowa Group), Aksa Mahmud, memberikan wejangan, ia pentingnya peningkatan keterampilan dan kompetensi imam rawatib sebagai bagian dari upaya membangun kualitas masyarakat Kota Makassar yang lebih baik.

Menurut Aksa Mahmud, kualitas bacaan imam menjadi salah satu indikator penting dalam membangun citra keagamaan suatu daerah.

Dia berharap, ke depan, masyarakat maupun pendatang dapat merasakan kualitas imam masjid di Makassar yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar.

“Kita ingin memberi kesan bahwa imam-imam di masjid Kota Makassar memiliki bacaan yang baik, bahkan sempurna. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus saling mengingatkan dan memperbaiki kekurangan yang ada,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya budaya saling mengukur di antara para imam. Menurutnya, tanpa adanya masukan dan evaluasi, kesalahan yang terjadi berpotensi terus berulang.

“Kalau tidak ada yang mengingatkan, kesalahan itu bisa terus terjadi. Tapi kalau kita saling mengingatkan, tentu kita bisa berusaha memperbaikinya,” tambahnya.

Aksa juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar, dalam mendorong peningkatan kualitas imam dan khatib. Dia menilai, upaya tersebut akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan Makassar menjadi kota dengan standar kehidupan keagamaan yang baik.

Selain itu, ia turut mendorong penguatan tradisi keagamaan melalui kegiatan seperti lomba barzanji. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dihidupkan kembali secara rutin sebagai bagian dari syiar Islam dan pelatihan generasi muda, dengan waktu pelaksanaan yang disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas ibadah di bulan Ramadhan.

Di akhir perayaan, pendiri Bosowa Group kembali menegaskan, bahwa pembinaan imam tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus berkelanjutan.

Aksa berharap, melalui forum seperti ini, para imam dapat terus meningkatkan kualitas bacaan, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat peran strategisnya dalam membina umat.

“Yang sudah baik kita tingkatkan, yang belum sempurna kita sempurnakan. Yang terpenting adalah bagaimana kita saling mengingatkan dan terus memperbaiki diri,” tuturnya. (*)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Previous ArticleGubernur Sulsel Lepas Peserta Mudik Gratis Pemprov di CPI Makassar
Next Article Munafri Tekankan Jaga Kondusifitas Tanpa Konvoi di Malam Takbiran

Berita Lainnya:

Religi

Wali Kota Makassar Munafri Resmikan Tempat Ibadah Tridharma Ji Li Gong

Juni 7, 2026
Religi

H Massaero Terpilih Ketua DKM Masjid Jabal Nur Bontoa Kelurahan Parangloe

Mei 30, 2026
Religi

Pertama di Makassar, Pemilihan Ketua DKM Masjid Jabar Nur Bontoa Kelurahan Parangloe Secara Langsung

Mei 29, 2026
IKLAN
Top Posts

Siap-siap ASN Eselon I dan II Dialihkan Jadi Pegawai Pusat

Februari 7, 20253,642

Meinsani, Pensiun Dini dari ASN Pemkot Makassar hingga Melenggang ke Parlemen Pettarani

September 10, 20242,835

Berikut Daftar 11 Caleg Dapil 3 Melenggang ke DPRD Makassar

Maret 7, 20242,098
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

BERITA POPULER

Siap-siap ASN Eselon I dan II Dialihkan Jadi Pegawai Pusat

Februari 7, 20253,642

Meinsani, Pensiun Dini dari ASN Pemkot Makassar hingga Melenggang ke Parlemen Pettarani

September 10, 20242,835

Berikut Daftar 11 Caleg Dapil 3 Melenggang ke DPRD Makassar

Maret 7, 20242,098
BERITA UTAMA

Wali Kota Makassar Munafri Akan Soft Launching Pete-pete Laut 12 Juni 2026

Juni 11, 2026

Tinjau TPS3R Karunrung, Munafri Siapkan Anggaran Perbaikan Fasilitas Pengolahan Sampah

Juni 11, 2026

Bupati Bantaeng Apresiasi Penamatan Siswa SMP Negeri 1 Bantaeng

Juni 10, 2026

Subscribe to Updates

Menerima Iklan Hubungi Admin

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Mobil
  • News Tabir
  • redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 NEWS TABIR. Designed by WEB Pro_ID.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.