Makassar, Newstabir.com โ Lurah Paccerakkang, Henni A. Nandang, meninjau langsung kawasan Urban Farming yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Bumi Sakina Lestari di RT 01 RW 03, Kelurahan Paccerakkang, pada sore hari, Rabu (22/07/2026)
Dalam kunjungan tersebut, Lurah Henni bersama Ketua RT 01 dan pengurus KWT menyaksikan panen perdana kompos yang dihasilkan dari program Teba Modern. Kompos tersebut merupakan hasil pengolahan sampah organik rumah tangga warga selama kurang lebih tiga bulan.
Henni A. Nandang menjelaskan bahwa konsep Urban Farming di Kelurahan Paccerakkang telah menerapkan sistem yang terintegrasi, menggabungkan budidaya tanaman, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, serta budidaya ikan nila dalam satu kawasan.
“Urban Farming yang kami kembangkan sudah terintegrasi. Ada tanaman, ada pengomposan, dan ada kolam ikan. Semua saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang bersih, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Henni.
Kompos yang telah dipanen nantinya akan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik untuk menyuburkan berbagai tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh KWT Bumi Sakina Lestari.
Sementara itu, selama Teba Modern masih dalam proses pengeringan, masyarakat tetap aktif melakukan pengelolaan sampah organik melalui tempat pengomposan sederhana yang dibuat dari bambu bekas.
Langkah ini menjadi bukti komitmen warga dalam mendukung program pengurangan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan limbah organik.
Program Urban Farming yang dikembangkan di Kelurahan Paccerakkang diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, sekaligus mendukung ketahanan pangan, pengurangan sampah, dan pemberdayaan warga melalui konsep pertanian perkotaan yang berkelanjutan.(*)


