Makassar, Newstabir.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Manggala, Jumat (30/01/2026).
Kunjungan tersebut meliputi peninjauan program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kelurahan Manggala, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta implementasi Program Makan Bergizi (MBG) bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Kelurahan Bangkala.
Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamendukbangga yang akrab disapa Isyana di Kota Makassar. Ia memaparkan kehadiran Kampung KB penting untuk mengendalikan pertumbuhan dan memperkuat ketahanan keluarga, khususnya di Kecamatan Manggala yang memiliki dinamika populasi yang cukup kompleks.
“Kecamatan Manggala ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 160 ribu jiwa dan karakter masyarakat yang heterogen, pengendalian penduduk dan penguatan ketahanan keluarga menjadi hal yang sangat penting,” ujar Munafri.
Munafri menjelaskan, kondisi tersebut menjadi alasan Kecamatan Manggala dipilih sebagai salah satu fokus pengembangan Kampung KB, terutama dalam menanggapi isu stunting, kesehatan ibu dan anak, serta kualitas keluarga secara menyeluruh.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar memandang Kampung KB sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dari unit terkecil, yaitu keluarga.
“Kami berharap Kampung KB ini benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi penguat ketahanan keluarga di wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi seperti Manggala,” lanjutnya.
Kepada Isyana, Munafri menegaskan dampak dari program Kampung KB dan intervensi gizi sudah mulai dirasakan oleh masyarakat. Kehadiran Wamendukbangga di tengah masyarakat merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memperkuat kualitas penduduk dan keluarga.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mengawal dan mengimplementasikan program-program pusat secara berkelanjutan. Sebab, selanjutnya, peningkatan kualitas keluarga memiliki hubungan langsung dengan cita-cita besar bangsa menuju Generasi Emas 2045.
“Secara teknis memastikan, kami melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar terus membangun kolaborasi dengan BKKBN masyarakat dapat merasakan dampak nyata. Apa yang menjadi program Kemendukbangga kami sambut dengan sangat positif”.
Sementara itu, Wamen Iyanan menegaskan bahwa Kampung KB merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Salah satu visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dan itu semua harus dimulai dari unit yang paling kecil, yaitu keluarga,” jelasnya.
Isyana menjelaskan, Kampung KB menjadi wadah integrasi berbagai program mulai dari bina keluarga balita, bina keluarga remaja, hingga bina keluarga lanjut usia, termasuk pemberdayaan edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai kunci pencegahan stunting.
“Di Kampung KB ini, keluarga mendapatkan edukasi tentang pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya data kependudukan yang akurat melalui Rumah Data. Semua ini penting untuk perencanaan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Isyana juga mengapresiasi inovasi lokal yang dikembangkan di Kampung KB Manggala, salah satunya Program Simfoni (Orang Tua Tunggal Membangun Potensi Anak Indonesia) yang menyasar pemberdayaan orang tua tunggal.
Ia menuturkan program dengan praktik-praktik baik yang berkembang di daerah, seperti Simfoni di Kampung KB Keca Manggala, akan didokumentasikan dan berpeluang direplikasi di wilayah lain.
“Setiap daerah memiliki tantangan kependudukan yang berbeda-beda. Jika programnya baik dan berdampak, tentu akan kami dorong untuk menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” jelasnya.(*)


