Makassar, Newstabir.com – Festival Olahraga Kota (FORKOT) Makassar tahun 2026 baru akan resmi dibuka pada tanggal 17 Oktober 2026.
Rangkaian ajang olahraga masyarakat terbesar di kota ini diawali dengan gelaran kompetisi berkuda yang diselenggarakan oleh Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kota Makassar, Jumat (09/10/2026).
Ajang yang mengambil lokasi di Hadin Stable, Universitas Hasanuddin (Unhas), ini menyedot antusiasme pegiat dan pecinta olahraga kuda.
Pelaksanaan kompetisi ini menjadi momentum strategis bagi PORDASI sebagai salah satu Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar.
Gelaran ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian aktivitas olahraga masyarakat dalam perhelatan FORKOT tahun ini.
Kategori Bergengsi dan Atraksi Elegan
Dimulai pukul 08.00 WITA, kompetisi mempertandingkan tiga kategori bergengsi: Dressage Exhibition, Show Jumping Open, dan Show Jumping Junior.
Ketiga kelas ini tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan teknis dan kedisiplinan penunggang, tetapi juga menampilkan harmoni serta komunikasi non-verbal antara atlet dan kuda tunggangannya di atas arena.
Sebagai wadah bagi berbagai Inorga untuk memperluas partisipasi masyarakat, FORKOT Makassar 2026 mendapat atensi khusus dari pemerintah kota dan KORMI.
Ketua Umum KORMI Kota Makassar, Andi Ryan Adrianto, turut hadir menyaksikan langsung kompetisi didampingi Ketua Komisi Olahraga Petualangan dan Tantangan (OPT) dan jajaran pengurus KORMI lainnya.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen KORMI dalam memfasilitasi dan mengembangkan ekosistem olahraga masyarakat di Makassar.
Dalam sambutannya sebelum kompetisi dimulai, Ryan menekankan bahwa FORKOT bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan dan edukasi.
“Melalui penyelenggaraan lomba perdana ini, PORDASI diharapkan dapat semakin mendekatkan olahraga berkuda kepada masyarakat. Ini sekaligus membuka ruang pembinaan bagi atlet dan pegiat, termasuk kalangan generasi muda,” ujar Ryan.
Pria yang juga menjadi nahkoda KORMI Makassar ini menambahkan bahwa nilai-nilai dalam berkuda sangat relevan untuk pembentukan karakter.
“Olahraga berkuda menuntut keterampilan teknis, keberanian, konsentrasi, serta ikatan emosional yang baik antara atlet dan kuda. Festival ini adalah upaya kami memperluas pilihan olahraga yang edukatif sekaligus kompetitif bagi warga,” lanjut Ryan.
Kick-off oleh PORDASI ini merefleksikan peran strategis masing-masing Inorga dalam menggerakkan olahraga berbasis komunitas.
Dengan karakteristik dan potensinya yang unik, PORDASI menjadi pembuka yang apik untuk memantik semangat Inorga lainnya agar masyarakat semakin aktif berolahraga sesuai minat dan kemampuannya.
Melalui semangat FORKOT Makassar 2026, KORMI Kota Makassar terus memperkuat kolaborasi lintas Inorga guna membangun budaya hidup sehat, bugar, dan gembira.
Langkah awal PORDASI ini diharapkan mampu memberikan energi positif bagi rangkaian FORKOT selanjutnya, sekaligus mengukuhkan olahraga masyarakat sebagai pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Makassar yang aktif dan berprestasi.(“)


