Makassar, Newstabir.com – Pemilihan umum (pemilu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bukan hanya ritual politik lima tahunan, melainkan juga tonggak sejarah bangsa sekaligus ujian terhadap kedewasaan dalam hidup berdemokrasi.
Oleh karena itu, pemilu dan Pilkada bukan adu kekayaan, melainkan gagasan; bukan jualan penampilan, melainkan kemampuan; bukan hanya mengagumi janji-janji, melainkan memilih pribadi-pribadi yang mau berbakti untuk negeri.
Masyarakat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi sudah selayaknya berdiskresi agar mandat yang akan diberikan dalam bilik suara tidak jatuh ke tangan orang yang salah.
“Guna melahirkan pemimpin berkualitas lewat pilkada yang sehat, pemilih harus memberdayakan akal budi dan hati nurani” .(*)


