Jakarta, Newstabir.com – Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Langkah mitigasi dilakukan secara intensif untuk menghentikan perluasan kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (22/08/2026), menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menerima laporan mengenai kondisi dan kebutuhan penanganan karhutla saat memimpin rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah, Palangka Raya.
“Dalam rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalteng, Palangka Raya, Presiden menerima laporan kebutuhan di lapangan dan memastikan dukungan pemerintah terus diperkuat,” ujar Seskab.
Untuk memperkuat operasi pemadaman, pemerintah akan menambah empat helikopter water bombing pada Minggu (23/08/2026). Selain itu, dukungan kendaraan pemadam serta sarana untuk memastikan ketersediaan air di lokasi kebakaran juga terus ditingkatkan.
“Empat helikopter water bombing akan ditambahkan besok untuk memperkuat operasi pemadaman,” kata Seskab.
“Mobil pemadam disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan. Penyediaan pompa, pipa-pipa air, dan mesin bor air terus dipenuhi untuk memperkuat suplai air bagi operasi pemadaman,” lanjutnya.
Selain penanganan titik api yang telah muncul, pemerintah juga menempatkan langkah pencegahan sebagai bagian penting dalam pengendalian karhutla. Kesiapsiagaan seluruh unsur di lapangan terus diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas maupun munculnya titik api baru.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalimantan Tengah sepanjang 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 tercatat 7.634,46 hektare. Luasan tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah tahun sebelumnya seiring dengan penguatan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah.
“Angka ini lebih rendah dibandingkan luas karhutla pada sejumlah tahun sebelumnya berkat kesiapsiagaan yang terus diperkuat,” ungkap Seskab.
Presiden Prabowo optimistis kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dapat segera dikendalikan. Pemerintah akan terus memperkuat langkah penanganan di lapangan dan pada saat yang sama memastikan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja.
“Presiden optimistis karhutla dapat segera dikendalikan. Pemerintah akan terus memperkuat penanganan di lapangan sekaligus menindak sesuai hukum apabila ditemukan pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran,” tutur Seskab. (BPMI Setpres)ur.com – Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Langkah mitigasi dilakukan secara intensif untuk menghentikan perluasan kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (22/08/2026), menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menerima laporan mengenai kondisi dan kebutuhan penanganan karhutla saat memimpin rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah, Palangka Raya.
“Dalam rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalteng, Palangka Raya, Presiden menerima laporan kebutuhan di lapangan dan memastikan dukungan pemerintah terus diperkuat,” ujar Seskab.
Untuk memperkuat operasi pemadaman, pemerintah akan menambah empat helikopter water bombing Minggu (23/08/2026). Selain itu, dukungan kendaraan pemadam serta sarana untuk memastikan ketersediaan air di lokasi kebakaran juga terus ditingkatkan.
“Empat helikopter water bombing akan ditambahkan besok untuk memperkuat operasi pemadaman,” kata Seskab.
“Mobil pemadam disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan. Penyediaan pompa, pipa-pipa air, dan mesin bor air terus dipenuhi untuk memperkuat suplai air bagi operasi pemadaman,” lanjutnya.
Selain penanganan titik api yang telah muncul, pemerintah juga menempatkan langkah pencegahan sebagai bagian penting dalam pengendalian karhutla. Kesiapsiagaan seluruh unsur di lapangan terus diperkuat untuk mencegah kebakaran meluas maupun munculnya titik api baru.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalimantan Tengah sepanjang 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 tercatat 7.634,46 hektare. Luasan tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah tahun sebelumnya seiring dengan penguatan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah.
“Angka ini lebih rendah dibandingkan luas karhutla pada sejumlah tahun sebelumnya berkat kesiapsiagaan yang terus diperkuat,” ungkap Seskab.
Presiden Prabowo optimistis kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dapat segera dikendalikan. Pemerintah akan terus memperkuat langkah penanganan di lapangan dan pada saat yang sama memastikan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara sengaja.
“Presiden optimistis karhutla dapat segera dikendalikan. Pemerintah akan terus memperkuat penanganan di lapangan sekaligus menindak sesuai hukum apabila ditemukan pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran,” tutur Seskab. (*)


