Close Menu
NEWS TABIRNEWS TABIR
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
    • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
    • Opini
    • Olahraga
    • Religi
  • Advertorial

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hasil Sidang Isbat Kemenag, Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei

Mei 17, 2026

Wali Kota Makassar Ikuti Launching Daring 1.061 KKMP dan 166 SPPG Polri Oleh Presiden Prabowo

Mei 17, 2026

Pemkot Makassar Tegas: Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Makan Minum Wali Kota adalah Hoaks

Mei 17, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
    • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
    • Opini
    • Olahraga
    • Religi
  • Advertorial
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
NEWS TABIRNEWS TABIR
  • Nasional
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
    • Kriminal
    • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
    • Opini
    • Olahraga
    • Religi
  • Advertorial
Subscribe
NEWS TABIRNEWS TABIR
  • HOME
  • Pemerintahan
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Politik
  • Daerah
  • Kriminal
  • Ragam
Beranda ยป Keroposnya Rekrutmen Jabatan ASN di Balik Kasus SYL
Ragam Juli 29, 2024

Keroposnya Rekrutmen Jabatan ASN di Balik Kasus SYL

Share Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Twitter Telegram

Newstabir.com – ARTIKEL “Saya kan Menteri…” (Kompas.com, 29/06/2024) oleh Wartawan Senior Budiman Tanuredjo, menggiring saya seperti memasuki lorong waktu.

Saya menjadi teringat Soe Hok Djin atau Arif Budiman. Aktivis angkatan 1966 ini menggunakan kata ‘eneg’ ketika menggambarkan suasana di akhir kekuasaan Orde Baru.

Masih sangat jelas mimik geram Taufik Ismail ketika membacakan puisi ”Aku Malu Jadi Orang Indonesia”.

Baca:Hadir Sebagai Solusi Kesulitan Rakyat, Prajurit TNI Pos Grinbun Satgas Yonif RK 114/SM Bantu Pembuatan Honai

Karena malu pula, saya memilih tidak menjawab ketika sarapan di Hotel Metropolitan, Ikebukoro, Tokyo, teman dari Singapura mengangkat isu tingkat korupsi di Asia.

Meminjam bahasa ibu saya dari Palembang, saya hanya nyenggigi (senyum kecut sambil menekuk wajah ke bawah).

Nyenggigi juga respons terbaik saya ketika pejabat dari Taipei Economic and Trade Office Jakarta menasehati saya sebelum berangkat ke Taiwan. Pembelaan SYL: Saya Seolah-olah Manusia yang Rakus dan Maruk Artikel Kompas.id

Baca:Selain Lihai Pimpin Pasukan, Danyon Brimob Bone Punya Kemampuan Ini

”Jangan pernah korupsi ya,” ujarnya sambil menunjukkan jari tengah dan telunjuk yang digerakkan turun naik. Cermin ASN yang tidak loyal

Kita dapat menumpahkan sumpah sarapah ke Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai orang yang tamak serakah, tak bermoral, dan lain sebagainya.

Namun tunggu dulu. Atasan saya seorang deputi yang memiliki telepon genggam kusam dan harus diikat karet gelang pernah mengatakan bahwa kalau pegawai memenuhi semua kemauan atasan, bisa jadi tanda bawahan tidak loyal. Lho kok bisa?

Baca:Unit Pam Obvit Sat Samapta Polres Soppeng Laksanakan Pengawalan Karyawan BRI Kanca Soppeng

Ya, andai kata saja Prihasto Setyanto, Suwandi, Bambang Pamuji, Andi Muhammad Idil Fitri, dan Edi Eko Sasmito yang notabene Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai niat baik melindungi atasan, pastilah mereka berani mengatakan “tidak” untuk memenuhi kemauan SYL yang di luar nalar.

Alih–alih menyelamatkan, mereka menjerumuskan SYL menjadi pesakitan.

Hilangnya keberanian Prihasto Setyanto, Suwandi, Bambang Pamuji, Andi Muhammad Idil Fitri, dan Edi Eko Sasmito untuk mengatakan ’tidak’ menyebabkan raibnya Rp 44,5 miliar uang negara untuk membiayai kepentingan pribadi SYL.

Mereka terpaksa patungan atau mencairkan uang perjalanan fiktif untuk membayar gaji pembantu, sewa jet pribadi, umroh, perjalanan ke Brasil dan Amerika Serikat, membeli hewan kurban, dan keperluan lain untuk SYL dan keluarga.

Kata–kata seperti: siap, ya, enggeh, laksanakan di organisasi sipil sudah terlanjur dimaknai sebagai ungkapan loyalitas.

Padahal kata ‘tidak’ dapat mencerminkan loyalitas yang derajat lebih tinggi karena melekat nilai keberanian dan risiko.

Mengambil risiko terlebih dapat membahayakan pribadi merupakan faktor yang membedakan pemimpin efektif dengan tidak efektif (Frost, 1983).

Ali Sadikin dan Hoegeng Iman Santoso menolak permintaan Presiden Soekarno. Bang Ali tidak membantu proyek mertua sang proklamator, Hasan Din, karena tidak memenuhi persyaratan.

Jenderal Hoegeng dan istri, Mery menolak permintaan Bung Karno untuk melayani salah satu istri sang Proklamator. Mery ingin menghormati semua istri sang Proklamator (Martin Sitompul, 2020).

Bang Ali dan Jenderal Hoegeng melindungi dan menyelematkan Presiden Soekarno.

Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan), Kasdi Subagyono kehilangan nyali untuk mengatakan tidak kepada SYL, karena takut kehilangan jabatan (Kompas.com, 19/06/2024).

Mengapa orang yang tidak loyal seperti Kasdi berhasil menduduki jabatan pimpinan tinggi (JPT)?

Kasus SYL menguak sisi gelap tumpulnya sistem rekrutmen dalam jabatan aparatur sipil negara (ASN).

Tidak konsisten

Pemerintah sebenarnya sudah memagari agar simpul rekrutmen jabatan benar-benar terpilih orang yang tepat. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 38 Tahun 2017 memuat Standar Kompetensi Jabatan ASN.

JPT harus memiliki kompetensi manajerial yang terdiri dari integeritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, dan pengambilan keputusan.

James Eric Michael (1968) dalam tesisnya menyatakan, mengambil sikap yang berisiko merupakan bagian penting dari pengambilan keputusan.

Sejak 2014, pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi dilaksanakan secara terbuka dan kompentitif (Permen PANRB Nomor Nomor 15 Tahun 2019 jo Permen PANRB Nomor 13 Tahun 2104).

Terlebih digunakan pula metode assessment center (AC) untuk mengeksplorasi kompetensi manajerial dan memperediksi keberhasilan ASN. AC menjadi menjadi asa.

Selain terstandar, metode ini menggunakan beberapa alat ukur dan dilakukan oleh beberapa orang assessor (Peraturan Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2019 Tentang Pembinaan Penyelenggara Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil).

Dikutip dari laman Badan Kepegawain Daerah Yogyakarta (2023) validitas metode AC ini terbukti. Dari lebih 50 studi, AC mampu memprediksi performa dan keberhasilan ASN apabila menduduki jabatan tertentu.

Hanya saja hasil AC dipergunakan setengah hati. Sehingga terpilihlah orang yang mau berkorban untuk kepentingan atasan dan tidak banyak cincong.

Prasojo (2010) mengungkapkan, para pegawai lebih baik memiliki koneksi dengan kekuasaan yang sangat menguntungkan bagi jabatan, golongan, dan kariernya.

Merujuk Kompas.id (20/07/2024), ASN sebagai manusia memiliki kerentanan. Namun menolak mengakui kerentanan, akan lebih parah – diselimuti rasa takut dan cemas berkepanjangan.

PNS atau P3K terpaksa menyembunyikan perasaan, minat, atau kelemahan karena takut ditolak atau khawatir kehilangan empati dari orang lain.

Ketakutan mengatakan tidak, berpotensi ASN kehilangan kesempatan dan kegembiraan dalam menjalani kehidupan.

Sudah waktunya ASN menghidupkan keberanian dan mengambil risiko. Kemukakanlah ide ketika rapat, jangan ragu meminta maaf, dan beranilah mengatakan “tidak” pada hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani.

ASN perlu memiliki kemampuan menyadari secara penuh kondisi yang bergayut pada dirinya di sini dan pada saat ini. Apakah sedang merasakan takut, dengki, serakah, benci atau ketidaktahuan?

Kesadaran terhadap emosi ini akan membawa kebijaksanaan dan cinta kasih. Maka ketika mengatakan tidak yang didasarkan pada integritas dan kebaikan, ASN tidak membutuhkan orang lain untuk mendefinisikan eksistensinya.

Karena kami makan akar / dan terigu menumpuk di gudangmu / maka kami bukan sekutu Karena kami diancam / dan kamu memaksakan kekuasaan / maka kami bilang: TIDAK kepadamu. (Rendra, 1965). ( Penulis: Syarif Ali/kompas.com (29/07/24)

Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Previous ArticleSekertariat DPRD Sulsel Ikuti Apel Pagi yang Dipimpin Pj Gubernur Sulsel
Next Article Komisi A DPRD Sulsel Terima Kunjungan DPRD Kota Bogor

Berita Lainnya:

Ragam

Pemerintah Kecamatan Panakkukang Tertirbkan PK5 di Kampung Barawajah Kelurahaan Karuwisi Utara

Mei 15, 2026
Ragam

LONTARA+ Kini Bisa Diakses melalui Website Pemkot Makassar

Mei 15, 2026
Ragam

Pemerintah Kecamatan Mariso Tertibkan PK5 yang Kuasai Fasum Selama 53 Tahun

Mei 14, 2026
IKLAN
Top Posts

Siap-siap ASN Eselon I dan II Dialihkan Jadi Pegawai Pusat

Februari 7, 20253,642

Meinsani, Pensiun Dini dari ASN Pemkot Makassar hingga Melenggang ke Parlemen Pettarani

September 10, 20242,835

Berikut Daftar 11 Caleg Dapil 3 Melenggang ke DPRD Makassar

Maret 7, 20242,098
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Latest Reviews

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

BERITA POPULER

Siap-siap ASN Eselon I dan II Dialihkan Jadi Pegawai Pusat

Februari 7, 20253,642

Meinsani, Pensiun Dini dari ASN Pemkot Makassar hingga Melenggang ke Parlemen Pettarani

September 10, 20242,835

Berikut Daftar 11 Caleg Dapil 3 Melenggang ke DPRD Makassar

Maret 7, 20242,098
BERITA UTAMA

Hasil Sidang Isbat Kemenag, Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei

Mei 17, 2026

Wali Kota Makassar Ikuti Launching Daring 1.061 KKMP dan 166 SPPG Polri Oleh Presiden Prabowo

Mei 17, 2026

Pemkot Makassar Tegas: Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Makan Minum Wali Kota adalah Hoaks

Mei 17, 2026

Subscribe to Updates

Menerima Iklan Hubungi Admin

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Mobil
  • News Tabir
  • redaksi
  • Tentang Kami
© 2026 NEWS TABIR. Designed by WEB Pro_ID.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.