
Makassar, Newstabir.com – Program Sekolah Penggerak (PSP) akan mempercepat peningkatan mutu pendidikan. “Efek multiplier dari Sekolah Penggerak ke Sekolah lainnya serta percepatan peningkatan mutu pendidikan akan menghasilkan rujukan praktek baik dalam pengembangan sekolah penggerak.
Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Swasta Kristen Elim Makassar, Asri Seli Pauanng, S.PAK kepada Newstabir.com diruang kerjanya, Kamis (27/10/2022)
Lanjut Asri Seli Pauanng Kepsek berstatus PNS ini telah mengabdi 18 tahun di SMAS Elim, PSP
berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
” Program Sekolah Penggerak (PSP) merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. PSP akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju,” terang Asri yang baru sekitar 2 bulan menjabat Kepsek.
Asri juga mengapresiasi kebijakan Sekolah Penggerak yang diluncurkan Kemendikbudristek. Baginya, sejak SMAS Elim menjadi Sekolah Penggerak pembelajaran di sekolah terasa lebih menyenangkan.
“Guru dan siswa menjadi lebih banyak terlibat di dalam projek, dan anak-anak semakin senang karena belajarnya tidak hanya di kelas tetapi menggunakan tempat lainnya seperti perpustakaan,” katanya.
Di SMAS Elim, kata Asri telah memberlakukan kurikulum merdeka utuk kelas 10. Jumlah Siswa/i kelas 10 – 12 totalnya 248 orang dan jumlah Guru 22 orang.
Sekadar dihetahui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan paradigma Sekolah Penggerak sebagai sekolah favorit adalah kesalahan persepsi.
“Kami memilih Sekolah Penggerak bukan berdasarkan bagusnya sekolah tersebut, tetapi dari kemauan kepala sekolah dan guru-gurunya untuk melakukan perubahan,” tuturnya.
Kemudian, dalam mengimplementasikan Sekolah Penggerak, Kemendikbudristek memberikan bantuan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung berbagai program pembelajaran. (Na)
Editor : Nurlan Ahaba.


