Makassar, Newstabir.com – Pasca insiden aksi demonstrasi yang berujung pembakaran di Kota Makassar pada Jumat (29/8/2025) malam hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari. Situasi kembali menjadi perhatian serius.
Peristiwa itu menelan korban jiwa, dengan empat warga sipil dilaporkan meninggal dunia. Sebagai langkah pemulihan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan bersama organisasi masyarakat menggelar Deklarasi Damai di Aula Kodam XIV/Hasanuddin pada Minggu, 31 Agustus 2025. Acara ini melibatkan jajaran Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan TNI, serta mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Mahmud, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya sikap terbuka dalam menerima aspirasi warga. Menurutnya, DPRD Sulsel senantiasa menjadi wadah penyampaian suara rakyat tanpa harus diwarnai aksi anarkis yang merugikan masyarakat luas.
“Kami menyayangkan peristiwa ini. DPRD Sulsel selalu terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Setiap warga berhak menyampaikan pendapat, dan kami berkomitmen untuk menyalurkannya melalui mekanisme yang tepat,” ujar Yasir Mahmud.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, menjaga ketertiban dan kedamaian bersama adalah tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah maupun warga.
Deklarasi Damai tersebut ditandai dengan komitmen bersama dari Forkopimda Sulsel, ormas, serta tokoh masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan di daerah. Mereka sepakat bahwa kekerasan tidak boleh lagi menjadi jalan dalam menyuarakan aspirasi.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan situasi di Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum dapat kembali kondusif, serta menjadi pelajaran penting agar penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung secara damai dan bermartabat.(*)


