Makassar, Bewstabir com – Hujan deras yang mengguyur Makassar, Sabtu (21/02/2026), menyebabkan penumpukan di sejumlah titik, termasuk di ruas Jalan AP Pettarani.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar bergerak cepat menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Drainase untuk melakukan penanganan langsung di lapangan.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa sebanyak 40 personel Satgas diturunkan dalam penanganan di Jalan AP Pettarani.
Puluhan personel tersebut dibagian menjadi dua kelompok kerja agar proses pembersihan dan penguraian pengumpulan dapat dilakukan secara maksimal dan terfokus pada beberapa titik strategi.
“Total ada 40 personel yang kami turunkan, terbagi dalam dua kelompok.Masing-masing kelompok bergerak menyisir saluran kedalaman dan titik-titik konservasi,” ujarnya.
Ketahuilah, hujan deras yang mengguyur Makassar sejak siang hingga malam hari kembali menguji ketahanan sejumlah titik rawan terakumulasi.
Di beberapa ruas jalan utama, udara sempat meluap dan mengganggu arus lalu lintas serta aktivitas warga.
Salah satu lokasi yang terdampak berada di kawasan Jalan AP Pettarani, tepatnya di implan menuju Jalan Yusuf Daeng Ngawing, dekat kampus Universitas Negeri Makassar.
Menindaklanjuti Arahan cepat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, langsung bergerak.
Tanpa menunggu udara semakin tinggi, Tim Satuan Tugas (Satgas) Drainase diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Di tengah guyuran hujan dan penampungan yang masih mengalir, petugas Satgas bekerja membersihkan saluran drainase dari tumpukan sampah dan sedimen yang menyumbat aliran udara.
Dengan peralatan seadanya, satgas mereka membuka penutup selokan, mengangkat pengendapan lumpur, serta memastikan tidak ada lagi hambatan di dalam saluran.
Langkah cepat ini solusi menjadi efektif agar air dapat kembali mengalir lancar menuju saluran pembuangan utama.
Lebih lanjut Kadis PU menjelaskan, tim yang diterjunkan pada bagian dua kelompok. Dimana, kelompok I, melakukan pembersihan mulai dari Jalan Yusuf Daeng Ngawing hingga depan kampus Universitas Negeri Makassar di ruas Jalan AP Pettarani.
Sementara itu, Kelompok II menyisir dari perempatan Pettarani dan Jalan Andi Djemma hingga ke pintu air Landak Baru.
Di lapangan, tim Satgas tidak hanya membersihkan bagian permukaan saluran, tetapi juga turun langsung ke dalam untuk memastikan tidak ada sumbatan di dalam drainase.
“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tumpukan sampah serta sedimentasi yang menghambat aliran udara. Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah, mengurai lumpur, serta membuka tali-tali udara yang tersumbat agar aliran kembali lancar,” tuturnya.
Respons sigap ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan warga, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
“Upaya tersebut menghasilkan hasil.Setelah dilakukan pembersihan intensif, pengumpulan di Jalan AP Pettarani dilaporkan mulai surut karena aliran air kembali normal,” jelasnya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Perlahan namun pasti, tenggelam mulai surut dan kondisi jalan kembali bisa dilalui kendaraan.
Bagi pemerintah kota, penanganannya bukan sekedar rutinitas teknis, melainkan bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat.
Zuhaelsi juga menjelaskan bahwa secara kewenangan, Jalan AP Pettarani merupakan ruas jalan nasional yang berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional.
Namun demikian, demi kepentingan masyarakat dan kelancaran aktivitas warga Kota Makassar, Dinas PU Kota Makassar melalui Satgas Drainase tetap mengambil langkah cepat melakukan pembersihan dan penanganan keseluruhan.
Langkah tersebut responsif merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan penanganan penyelesaian dilakukan secara cepat, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, terutama pada saat intensitas hujan tinggi melanda kota.
“Kami memahami bahwa ini jalan nasional, tetapi karena dampaknya langsung dirasakan warga Kota Makassar, maka kami tetap turun melakukan pembersihan sampah dan mengurai keseluruhannya agar kondisi cepat tertangani,” terangnya. (*)


