Makassar, Newstabir.vom – Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Jasa Raharja untuk memasukkan program “Pelajar Peduli Lalu Lintas” (PELANTAS) ke dalam kurikulum pendidikan yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Kamis (14/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri diantaranya, Dirlantas Sulsel, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan dan berbagai pihak terkait.
Acara ini dibuka dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekprov), H Jufri Rahman sebagai simbol dimulainya komitmen bersama dalam upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas bagi para siswa.
Dalam sambutannya, Sekprov menegaskan pentingnya edukasi lalu lintas sejak dini sebagai upaya untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas dan keselamatan di jalan.
“Melalui kerja sama ini, program PELANTAS akan menjadi bagian dari kurikulum sekolah, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya kepada para pelajar.
Para siswa diharapkan dapat tumbuh dengan budaya tertib berlalu lintas yang kuat, yang akan berdampak positif bagi keselamatan mereka dan pengguna jalan lainnya,”tutur Jufri.
Sementara Kepala CABANG PT Jasa Raharja Sulsel, Iqbal Hasanuddin menyampaikan harapan agar program ini mampu meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar. Kerja sama ini juga diharapkan dapat mencetak generasi muda yang peduli akan keselamatan dan tertib dalam berlalu lintas.
Ditambahkan pula Kepala Dinas Pendidikan Provisi Sulawesi Selatan, H Iqbal Nadjamuddin mengatakan inisiatif PELANTAS ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang lebih disiplin di jalan raya.
“Insyaallah aksi ini akan mengedukasi anak didik kita mengenai pentingnya peraturan lalu lintas sebagai bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,”kata Iqbal.
Ia juga menerangkan inisiasi PELANTAS ini dapat terintegrasi dalam kurikulum pada berbagai aspek. Seperti pembelajaran terintegrasi, program ekstrakokurikuler, simulasi dan praktek, pelatihan dan penyuluhan serta evaluasi dan penilaian.
“Program ini diharapkan dapat menciptakan generasi pelajar yang lebih peduli pada keselamatan berlalu lintas, serta memiliki pemahaman dan kebiasaan berlalu lintas yang baik lebih dini,”tutur Iqbal. (*)


